Stembayo Hiking Club Yogyakarta official page

KODE ETIK PECINTA ALAM


Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa alam beserta isinya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
Pecinta Alam Indonesia adalah bagian dari masyarakat Indonesia, sadar akan tanggung jawab kepada Tuhan, Bangsa, dan Tanah Air. Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa Pecinta Alam adalah sebagian dari makhluk yang mencintai alam sebagai anugerah Yang Maha Kuasa.
Sesuai dengan hakekat diatas, kami dengan kesadaran menyatakan :
1. Mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Memelihara alam beserta isinya serta menggunakan sumber alam sesuai dengan kebutuhannya.
3. Mengabdi kepada Bangsa dan Tanah air.
4. Menghormati Tata Kehidupan yang berlaku pada masyarakat sekitar serta menghargai manusia dan kerabatnya.
5. Berusaha mempererat tali persaudaraan antara Pecinta Alam sesuai dengan Azas Pecinta Alam.
6. Berusaha saling membantu serta menghargai dalam pelaksanaan pengabdian terhadap Tuhan, Bangsa dan Tanah air.
7. Selesai.




Disyahkan dalam :
Forum Gladian Nasional ke-4
Read More …

HYPOTHERMIA 
* SENANTIASA MENGANCAM PARA PENDAKI * 


     Aktivitas petualangan di musim hujan, seperti pendakian gunung otomatis akan meningkatkan level resiko atau ancaman bahayanya akibat gejala alam ini. Apalagi bila musim liburan tiba. Seperti tak mau kehilangan kesempatan emas, banyak pendaki gunung tetap nekat menyalurkan hobi petualangannya tanpa memperhatikan dan mempedulikan kondisi cuaca. ANCAMAN HYPOTERMIA Cuaca di gunung memang tidak bisa ditebak. Apalagi pada bulan-bulan basah. Meski gunung di Indonesia rata-rata hanya berketinggian sekitar 3.000 m dpl, tetapi pada musim hujan, badai gunung yang menyertai hujan sering menyerang dan mampu menurunkan suhu udara hingga mencapai di bawah titik beku atau di bawah 0 derajat celcius. Bagi para pendaki gunung yang tidak siap dengan fisik, mental serta perlengkapan yang memadai, kondisi ini bisa menjadi sebuah malapetaka besar. Karena suhu udara sedingin itu, merupakan kondisi yang sangat asing bagi tubuh manusia, apalagi bagi orang-orang yang tinggal di daerah tropis seperti Indonesia. Hypothermia merupakan salah satu gejala penyakit di ketinggian yang sering menyerang para pendaki gunung. Bahkan di Indonesia, hypothermia menduduki peringkat teratas sebagai ancaman maut (“malaikat pencabut nyawa” ) paling kejam bagi para pendaki gunung. Lalu apa dan bagaimana sebenarnya hypothermia itu hingga bisa menjadi ancaman bak momok yang menakutkan bagi para pendaki gunung? Hypotermia adalah suatu keadaan dimana kondisi tubuh tidak dapat menghasilkan panas disertai menurunnya suhu inti tubuh dibawah 35' C. Hal ini disebabkan beberapa faktor, diantaranya:
•             Suhu yang ekstrim
•             pakaian yang basah
•             kurangnya makanan yang mengandung kalori tinggi
 Penyakit hypothermia merupakan satu dari sejumlah penyakit di ketinggian seperti mountain sickness atau hipoksia (kekurangan pasokan oksigen ke tubuh), edema dan dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh. Hypothermia sering menyerang para pendaki gunung yang kurang melengkapi diri dengan perlengkapan penahan dingin atau penghangat badan seperti sweater, jaket, kaos kaki, balaclava, sarung tangan, tenda dsb. Tetapi kadang juga kerap terjadi, pendaki gunung yang sudah melengkapi diri dengan perlengkapan penahan dingin tetap saja terkena hypothermia. Hal ini biasanya terjadi karena seluruh pakaian yang dikenakan telah basah kuyup diterpa hujan. Pendaki ini biasanya kurang melengkapi diri dengan perlengkapan penahan air atau hujan seperti rain coat, ponco (jas hujan), payung atau tenda yang memadai. Pakaian yang basah akan mengurangi insulasi (kemampuan untuk menahan panas badan) sampai 90%. Kasus hypothermia yang disebabkan pakaian basah inilah sebenarnya yang paling sering meminta korban pendaki gunung di Indonesia.

GEJALA GEJALA HYPOTERMIA
• Menggigil.
• Dingin, pucat, kulit kering.
• Bingung, sikap - sikap tidak masuk akal, lesu, ada kalanya ingin berkelahi.
• Jatuh kesadaran.
• Bernapas pelan dan pendek.
• Denyut nadi yang pelan dan melemah.




GEJALA-GEJALA DILIHAT DARI SUHU TUBUH

• 37°: Adalah suhu normal
• 36° - 35°: Menggigil dengan disertai bulu roma berdiri, namun masih bisa terkendali. Mempengaruhi gerak langkah menjadi lamban dan koordinasi tubuh mulai terganggu.
• 35°: Menggigil hingga tidak terkendali
• 35° - 33°: Pengambilan keputusan dan koordinasi tubuh mulai kabur, langkah kaki sering tersandung, berbicara kasar (dipaksakan untuk keras)
• 33°: Tubuh semakin menggigil. Denyut nadi dan tekanan darah mulai menurun
• 32° - 29°: Menggigil berhenti. Kebingungan meningkat, meracau, ingatan hilang, gerakan tersentak sentak, biji mata mulai membesar.
• 29° - 28°: Otot menjadi kaku, biji mata membesar, denyut nadi melemah dan tidak teratur, tarikan nafas melemah, warna kulit tubuh kebiru biruan, tingkah laku kacau, menuju ke arah tidak sadar
• 27°: Pingsan dan biji mata tidak lagi menjawab gerakan cahaya, kehilangan gerakan spontan tampak seperti telah meningal
• 26°: Koma yang sangat darurat, suhu tubuh mulai menurun dengan cepat sekali
• 20°: Denyut jantung berhenti PREVENTIF

Seperti penyakit-penyakit gunung lainnya, hypothermia merupakan faktor bahaya yang sebenarnya dapat diperhitungkan sebelum melakukan kegiatan pendakian atau lebih dikenal dengan istilah “subjective danger”. Seorang pendaki yang sudah mempersiapkan fisik maupun perlengkapannya akan lebih mudah menghadapi bahaya-bahaya yang mungkin akan muncul. Suatu hal yang harus diingat, janganlah memulai persiapan itu ketika gejala-gejala penyakitnya muncul di gunung. Persiapan itu seharusnya sudah mulai dilkukan sejak masih di rumah, yakni dengan memiliki pengetahuan tentang bahaya yang potensial muncul, cara penanggulangan apa saja yang dibutuhkan. Kecuali mempersiapkan diri dengan perlengkapan penahan dingin dan anti air berkualitas baik, ada beberapa hal pokok mendasar yang perlu diketahui mengenai hypothermia. Selalu menjaga suhu tubuh pada suhu normal pada kisaran 37 derajat celcius, merupakan hal utama untuk menghindari hypothermia. Sebenarnya secara alamiah tubuh manusia akan selalu menjaga panasnya dengan beberapa cara, salah satunya melalui pencernaan makanan. Makanan yang masuk ke dalam tubuh menghasilkan panas melalui oksidasi, dan ini terutama penting bagi tubuh ketika sedang beristirahat. Panas yang berasal dari pencernaan makanan ini akan dihasilkan lebih banyak lagi oleh tubuh ketika sedang bergerak.     

PENANGANAN/PERAWATAN

Pendaki yang terserang hypothermia pada umumnya akan menunjukkan gejala-gejala sesuai dengan tingkat penurunan suhu tubuh. Kehilangan kesadaran, misalnya akan menyebabkan apa yang disebut dengan paradocixal feeling of warmth (suhu tubuh meningkat panas yang tidak normal). Pada kondisi ini, penderita hypothermia justru akan merasakan hal yang sebaliknya, yaitu rasa panas lalu tanpa sadar seluruh pakaian ditanggalkan sendiri. Sehingga amat sering dijumpai penderita atau korban hypothermia meninggal ditemukan dalam kondisi telanjang bulat.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menangani penderita hypothermia.
-Pertama adalah mencari dan memindahkan korban ke tempat yang kering dan terlindung dari angin dan air.
- Jangan baringkan si penderita di tanah dan usahakan agar memakai alas kering dan hangat.
-Kemudian sebelum diberikan minuman yang hangat dan manis, usahakan baju basah korban diganti dengan yang kering.
- Lalu, masukkan korban ke dalam sleeping bag kering yang sebelumnya telah dihangatkan dengan cara memasukkan tubuh telanjang beberapa orang sehat (bersuhu normal).
-Tindakan selanjutnya adalah, memasukkan botol berisi air hangat ke dalam sleeping bag untuk membantu memanaskan tubuh korban. Kalau sleeping bag cukup lebar, lakukan transfer panas tubuh orang sehat ke korban dengan cara dua orang ikut masuk ke dalam sleeping bag dan mengapit korban.
-Usahakan membuat api di kedua sisi korban, dan

-jangan biarkan korban hypothermia tertidur. Tidur akan membuat penderita hypothermia kehilangan kesadaran dan tak mampu lagi memanaskan tubuhnya secara alami. Biarkan dia mengigil dan segera beri minuman hangat dan makanan manis setelah korban sadar. Hidrat arang dalam makanan itu merupakan bahan bakar yang cepat sekali menghasilkan panas dan tenaga.
Read More …

Mungkin banyak para pendaki gunung di Indonesia sudah pernah
menapakkan jejak sepatu dan kakinya di banyak puncak-puncak
gunung,. Baik puncak-puncak gunung yang berada di dalam negeri
atau pun yang terletak jauh di berbagai negara di luar negeri.
Pasti terdapat perbedaan yang sangat banyak antara karakter,
situasi dan kondisi, iklim, sifat-sifat medan, cuaca dan tingkat-
tingkat kesulitannya. Yang sudah pasti para pendaki akan
menggunakan teknik / strategi dan klasifikasi pendakian yang
berbeda-beda pula.

Read More …


Management Kegiatan
Suatu persiapan sangat dibutuhkan untuk membuat suatu acara.mulai dari persiapan sebelum acara sampai acara itu selesai dilaksanakan.Maka kita harus membuat suatu management yang dapat mengatur semua persiapan suatu kegiatan.

1.Pra-kegiatan
2.Kegiatan
3.Pasca-kegiatan

>>1. Pra kegiatan : Hal-hal yang harus disiapkan sebelum kegiatan berlangsung.
a.perizinan dalam
yaitu semua hal yang menyangkut perizinan di lingkungan suatu organisasi,misalnya jika dilingkungan sekolah,bagi sispala yang akan mengadakan kegiatan,maka wajib mencari perijinan,mulai dari tingkat kesiswaan,sampai perizinan kepala sekolah,jadi diharapkan sebelum melaksanakan kegiatan,kita wajib mengantongi ijin dari sekolah,dan sebagai dasar untuk mencari perijinan selanjutnya di luar sekolah maupun lingkungan kita.

b.peminjaman alat
Sebelum kita melakukan suatu kegiatan kita harus melengkapi semua peralatan yang diperlukan,misalnya jika akan melakukan kegiatan panjat tebing,di organisasi kita mempunyai peralatan yang memadai untuk melakukan rock climbing,tetapi kita kekurangan chock dan carabiner,untuk melengkapinya kita wajib menambah peralatan yang kurang tersebut dengan mencari pinjaman di organisasi lain maupun di persewaan peralatan outdoor.

c.latihan
Latihan sangat diperlukan dalam persiapan suatu kegiatan,apalagi kegiatan tersebut sangat menguras tenaga dan fisik,misalnya kegiatan pendakian gunung maupun kebut gunung,latihan fisik sangat diperlukan,untuk jenis latihan fisik bisa ditentukan dengan jenis kegiatan yang akan dilaksanakan.Selain itu juga latihan ekstra,misalnya latihan navigasi darat untuk mengenal kompas,peta,dan keadaan alam yang sebenarnya,dan lain lain.

d.check list alat
Semua peralatan yang digunakan untuk kegiatan,mulai dari carrier sampai sendok,semua di cek keadaan alatnya,masih keadaan baik atau kurang layak paka,setelah di cek keadaannya,kemudian di List/di daftar yang berguna untuk memudahkan pengecekan kembali alat di akhir kegiatan,dll

e.materi
Untuk menunjang kegiatan,diperlukan juga pemberian materi dasar maupun tambahan,seperti materi survival,navigasi darat,materi STOP,dll. Materi sangat di perlukan dalam suatu kegiatan,dan materi di selaraskan dengan kegiatan yang akan dilaksanakan.

f.packing
Penataan barang bawaan atau Packing penting untuk diperhatikan,supaya dalam membawa peralatan tidak kacau serta tercecer dan dapat di tata dengan rapi,tetapi banyak juga yang tidak memperhatikan teknik packing dalam melakukan kegiatan,sehingga banyak peralatan tercecer dan bahkan hilang.Untuk lebih jelas,bisa melihat artikel tentang teknik packing.KLIK DISINI.

g.schedule
Pembuatan jadwal wajib dilaksanakan agar acara kita tidak semrawut dan terkesan GEJE (gak jelas),hehehe... semua acara dalam suatu kegiatan di rencanakan dan di rincikan sampai waktu kegiatan dan lain lain.Gunakan waktu se-efektif mungkin.

h.jurnal kegiatan bagi peserta dan panitia
Perincian dari Schedule,dan jurnal bagi peserta dan panitia juga berbeda.Jurnal untuk Panitia biasanya lebih menyeluruh di dalam acara.Jurnal bagi peserta hanya berisi schedule kegiatan utama saja.

i.Perizinan luar
Setelah mengantongi ijin dari dalam (misal:ijin dari sekolah),langkah selanjutnya mencari perijinan dari pihak luar,jika yang akan mengadakan kegiatan dari Sispala,maka wajib mencari surat rekomendasi dari Dinas Pendidian,Pemuda dan olahraga.Setelah itu perijinan dari Polsek daerah kegiatan kita,lalu perijinan dari pihak yang berwenang di daerah/desa yang akan kita gunakan,Misalnya jika kita melakukan pendakian ke gunung merbabu via wekas,kita meminta ijin dari pengelola Basecamp wekas,yaitu Mbah Yoso (Sutiyoso) dan dari kepala dukuh setempat.Jika semua perijinan sudah terkumpul,kegiatan dapat dilaksanakan.

j.Survey
Sebelum kegiatan dilaksanakan,surei adalah hal wajib 'ain yang harus dilaksanakan di tempat yang akan digunakan.Survei meliputi survei jalur dan medan,survei cuaca,survei keadaan jalan menuju tempat kegiatan,survei perijinan,dll
#meliputi semua orang yang mengikuti kegiatan

>>2. kegiatan : pelaksanaan kegiatan
1.upacara pemberangkatan
Jika yang akan melakukan kegiatan adalah sispala ,maka dilakukan upacara pemberangkatan di sekolah dan diberi pesan-pesan dari senior & dari pihak instansi sekolah.

2.menulis jurnal
Menuliskan jurnal schedule dan jurnal real.jurnal real merupakan suatu jurnal nyata yang dilaksanakan waktu kegiatan..

3.(jam) akhir kegiatan melaksanakan jurnal

>>3. Pasca kegiatan : Hal-hal yang wajib dilakukan setelah kegiatan selesai dilaksanakan.
1.cuci alat
Semua peralatan yang telah dipakai untuk kegiatan,wajib di cuci,agar tidak menjamur,untuk barang-barang logam,untuk menghindari alat tersebut berkarat.

2.pengembalian alat
Alat dicek kembali,apakah ada yang hilang atau tidak,setelah itu jika kita meminjam peralatan di organisasi lain,maka harus segera dikembalikan dalam keaadaan bersih.

3.presentasi LPJ
LPJ atau laporan pertanggung jawaban adalah suatu laporan akhir yang menjelaskan kegiatan,mulai dari persiapan sampai pelaksanaan,dan dibuat se-rinci mungkin.LPJ di buat bersama untuk mempermudah pembuatan,setelah selesai LPJ dibuat,kemudian disahkan atau di'ACC'kan ke pihak yang berwenang.Dan di presentasikan kepada pihak yang berwenang (misal:sekolah) sebelum dikumpulkan.

4.evalusai panitia
Seluruh panitia dikumpulkan secara keseluruhan,kemudian semua kekurangan dari kegiatan tersebut dijelaskan,dan di evaluasi bersama,diharapkan setelah evaluasi,kekurangan yang sebelumnya tidak terjadi di acara/kegiatana selanjutnya.

5.pengumpulan LPJ
Setelah laporan pertanggungjawaban selesai,LPJ kemudian di kumpulkan ke pihak terkait (misal:sekolah).Setelah LPJ dikumpulkan,maka kegiatan tersebut di anggap sudah selesai dilaksanakan.

Management kegiatan sangat membantu dalam mempersiapkan suatu acara,oleh karena itu kita harus meng'aplikasikannya ke seluruh kegiatan kita,mulai dari kegiatan personal sampai kegiatan organisasi.Dan management kegiatan ini tidak hanya terikat untuk pecinta alam saja,teteapi dapat diterapkan di kegiatan selain di bidang kepecintaalaman.
Sekian dari kami,jika ada yang masih kekurangan mohon maaf.
Jika ingin mengkopi,jangan lupa di beri sumbernya.hargailah sumber awal,capek ngetiknya :) hehehehe

thank's to:

1.Anggun Pribadi
2.Daniel C.A
3.ONYXcreativedesign @AgungWahyuS

@SHCjogjakarta
#semangatpagi
Read More …

BERIKUT ADALAH DAFTAR SISWA/PELAJAR PECINTA ALAM SEYOGYAKARTA.
*Update Maret 2013

*ilustrasi : Siswa Pecinta Alam | Stembayo Hiking Club | Wajib Gunung di Sumbing

1. THA SMUN 1 Jl.Hos Cokroaminoto 1 Yk
2. VACHERA SMUN 2 Jl.Bener Tegalrejo Yk
3. PADMANABA Hiking Club SMUN 3 Jl.Yos Sudarso 3 Yk
4. BHA SMUN 4 Jl.Magelang, Karanglor Yk
5. PUSPALA SMUN 5 Jl.Tinalan Kota Gede Yk
6. MWHC SMUN 6 Jl.Kahar Muzakir 1 Yk
7. Wibhakta Hiking Org. SMUN 7 Jl.MT.Haryono 47 Yk
8. PALACI SMUN 8 Jl.Kenari, Muja-Muju Yk
9. EPALA BHIPA SMUN 10 Jl.Godean 5 Ngupasan Yk
10. ARWACALA SMUN 11 Jl. AM Sangaji 50 Yk
11. FALAHI SMU Muh 1 Blunyahrejo Tegalrejo Yk
12. BHC SMU Muh 2 Jl.Kapas, Semaki Yk
13. Pasmaga SMU Muh 3 Jl.H. Salim Yk
14. PA MUPAT SMU Muh 4 Jl.Mondorakan Yk
15. Palamna SMU Muh 5 Purwadiningratan Yk
16. Gliderpala Adventure Team SMU Muh 7 Jl.Kapten Tendean 41 Yk
17. TMC SMK 2 Jl.AM Sangaji 47 Yk
18. DMSC SMU BOPKRI 1 Jl.Wardani 2 Yk
19. BHZ SMU BOPKRI 2 Jl.Jend.Sudirman 57 Yk
20. Rahul boga SMU BOPKRI 3 Jl.Jend.Sudirman 57 Yk
21. PALMA SMU Marsudiluhur Jl.Bintaran Kidul 16 Yk
22. Pisnaba Pecinta Alam Club SMU PIRI 1 Jl.Kemuning 1 Baciro Yk
23. BMHC SMU PIRI 2 Jl.Kol.Sugiono Yk
24. NAGAWANA SMK PIRI Jl.Kemuning 1 Yk
25. PADEBRI SMU De Brito Jl.Laksda Adisucipto161 Yk
26. KPGR Lebah Gunung 0 MAN 1 Jl.C.Simanjuntak No.60 Yk
27. PAMANDAYA MAN 2 Jl.KH.A.Dahlan Yk
28. Kartika seta SMU I I Jl.Kusumanegara Yk
29. Stembayo Hiking club SMK Pembangunan Jl.Mrican PO BOX 39 Yk
30. PIPA COBAYO SMK Perindustrian Kompleks Balapan Yk
31. GRAMA SURYA (GASAPALA) SMKN 3 Jl. Rw. Monginsidi 2A Yk
32. BIHC SMU 1 Budya Wacana Jl.Cik Di tiro Yk
33. PA SMU GAMA SMU GAMA Jl. Mrican 1 Yk
34. Papaek SMK MM 52 Jl.Kenari 2 Yk
35. PHAC SMK Penerbangan Jl.Magelang Yk
36. CITRA SMPP Jl.Kartini Bantul
37 Tirtonirmolo MC SMU Tirtonirmolo Jl.Tirtonirmolo Bantul
38. Pasmoro SMU Argomulyo Bantul
39. PAWANA SMU Wonosari Bantul
40. BBHC SMUN 1 Depok Jl.Babarsari Yk
41 Papala SMUN 2 Bantul Jl. R.A Kartini O2 Bantul
42.THC SMU N 9 Yogyakarta
43. PLASMABA SMUN 1 Banguntapan
44. MHC Mualimin Hiking Club perempatan patangpuluhan Yk
Keyword:
Daftar Sispala Sejogjakarta,pecinta alam sejogja,pecinta alam seyogyakarta,pecinta alam sejogjakarta,daftar sispala seyogyakarta,daftar sispala sejogjakarta,pecintaalam SMA dan SMK seyogyakarta,daftar SMA dan SMK pecinta alam seyogyakarta,Jogjakarta pecinta alam,Jogjakarta siswa pecinta alam,List siswa pecinta alam sejogjakarta,list daftar siswa pecinta alam seyogyakarta,pecinta alam yogya,pecinta alam siswa yogyakarta,Daftar SMA dan SMK yang memiliki pecinta alam.

Sumber : http://wwwlingkungan-wahyu.blogspot.com/2011/06/daftar-mapala-yogyakarta.html
Read More …


Thank's buat Marita Afiandika yang udah mau berbagi pengalamannya mengenani DIKSARLAM atau pelantikan anggota muda.



Sabtu, 22 September 2012
Hari Sabtu tanggal 22 September 2012 aku pulang sekolah pukul 13.15 WIB. Aku,  Putwi, dan Vero langsung ke basecamp SHC (Stembayo Hiking Club). Di basecamp udah ramai dipenuhi temen – temen yang baru packing. Di dalem basecamp banyak tas carrier. Aku sama Putwi naruh tas di basecamp langsung ke masjid buat sholat dzuhur. Habis sholat aku sama Putwi bongkar tas carrier. Aku ulangi packing dari awal soalnya belum semua barang ke packing. Pukul 2 kurang dikit aku ngajak Ninda tak suruh nganter ke toko Gembira soalnya aku lupa nggak bawa peralatan mandi. Aku lari dari basecamp SHC ke toko Gembira dengan memakai sandal biruku. Dari jalan suara peluit tanda Pramuka segera dimulai terdengar. Aku lari menuju basecamp. Sampai basecamp aku langsung packing lagi. Di saat packing Mbak Maryam dateng dan nanyain udah lengkap semua belum, aku jawab aku belum soale nggak bawa jas hujan cuma bawa mantol spiderman. Sebelum aku ikut latihan Pramuka aku nitip Mbak Meri tak suruh beliin mantol.
Sekitar pukul 16.00 lebih aku, Putwi, dan Vero ngabur dari upacara penutupan Pramuka. Kami bertiga pergi ke kantin soalnya Vero dari pagi belum makan, kasihan deh Vero. Di kantin kami bertiga pesen nasi sayur. Habis makan kami ke basecamp. Aku ngajak Putwi sholat azar habis itu kami ganti baju dan cuci muka. Setelah itu aku bongkar carier ku lagi. Aku packing dari awal lagi soalnya mantol yang dibeliin Mbak Meri belum tak masukin carrier. Selesai packing aku pake jaket dan ganti sepatu. Aku pakai jaket warna hitam. Sepatu yang kupakai warna putih dan ada warna pinknya juga, unyu kok! Hehehe... Setelah itu aku gendong carrierku (maksudnya carrier pinjeman) menuju depan auditorium SMK N 2 Depok. Sebelum upacara pembukaan dimulai tepatnya pukul 17.15 kami melakukan warming up. Kami lari dari depan audit ke arah selatan menuju parkiran lalu belok ke utara menuju jalan ke showroom dan akhirnya kembali ke depan audit lagi. Kami membentuk lingkaran. Pukul 17.25 upacara pembukaan pun dimulai. Upacara dibuka dengan sambutan Pak Totok dilanjutkan sambutan Pak Kijo dan doa dari Ibu Habibah. Sebelum upacara pembukaan ditutup, kami semua disuruh makan gula jawa yang telah didoakan oleh Ibu Habibah. Kami semua menggigit gula jawa, gula jawa memutar dan sampailah ke tanganku dan akulah orang terakhir yang memakan gula jawa itu. Pukul 17.45 upacara pembukaan selesai. Habis itu bagi yang beragama Islam dipersilakan untuk sholat Maghrib dan sekaligus menjamak sholat isyak. Sambil menunggu teman – teman yang sholat, aku dan temen – temen lain yang nggak sholat memasukkan carrier ke dalam bus.
Pukul 18.08 aku masuk ke bus. Aku memilih tempat di belakang pak sopir. Aku, Putwi, dan Vero duduk bertiga. Aku duduk di dekat jendela, Putwi di tengah, Vero disebelahnya Vero. Sebelum berangkat kami berdoa terlebih dahulu. Habis berdoa Mas Imron mengabsen para peserta. Setelah semua peserta lengkap kami pun berangkat menuju Dusun Wekas. Bus berangkat pada pukul 18.27 WIB. Bus berjalan keluar dari area sekolah menuju Jalan Gejayan. Edi yang udah PW duduk diatas carrier harus berpindah tempat karena digusur Mas Daniel (Mas Authis) soale Mas Authis jadi pemandu jalannya pak sopir. Terpaksa Edi duduk di atas kursi. Sabar ya Ed! Semua pasti ada hikmahnya (lho?)
Bus berjalan ke arah utara menyusuri Jalan Gejayan yang malam itu cukup ramai. Sampai di perempatan Gejayan (Jalan Ring road utara) bus berbelok ke kiri ke arah barat pada pukul 18.30. Pukul 18.39 bus melewati perempatan Kentungan. Habis itu bus lewat depan Monjali (Monumen Jogja Kembali) menuju Jalan Magelang. Bus berbelok ke utara ke arah terminal Jombor. Bus terus berjalan ke arah utara. Di sepanjang Jalan Magelang, banyak kendaraan yang hilir mudik. Malam itu bintang belum tampak, aku berharap semoga nggak mendung. Pukul 19.13 kami sampai di Tugu Ireng yang bertuliskan “Selamat Datang di Jawa Tengah”. Sepanjang perjalanan kami mengobrol. Tahu – tahu Edi udah tidur nyenyak. Pukul 19.26 bus melewati Pasar Muntilan dan pukul 19.39 kami sampai di Magelang. Aku pindah tempat duduk di samping bawah kursinya pak sopir. Di jalan pak sopir memutarkan musik, lagunya lagu anak kecil. Wah bikin KSBB (Kelingan Sing Biyen - Biyen) wae. Ku pikir perjalanannya masih lama, jadi aku tidur. Aku merasa aku belum tidur lama tapi udah dibangunin sama Putwi. Ternyata kami sudah sampai di Gapura Dusun Wekas pukul 20.45. kami semua turun dari bus. Udara malam itu sangat dingin. Aku langsung memakai sarung tangan dan kupluk. Aku mencari tas carrier ku. Setelah dapet aku mengambil senterku dan menggendong carrierku. Sebelum kami berjalan ke tempat Mbah Yoso (juru kunci Merbabu), kami berdoa terlebih dahulu.
Pukul 20.55 kami berjalan menuju rumah Mbah Yoso. Jalan yang kami lewati menanjak. Kami melewati rumah penduduk. Pukul 09.30 aku tiba di Gapura bertuliskan “Jalur Pendakian Wekas”. Aku melewati gapura itu dan menyusuri hutan pinus. Malam itu hutan tampak begitu sunyi dan gelap. Jalur yang aku lewati terus menanjak seperti nggak ada jalan yang datar. Nafasku mulai tersengal – sengal. Tapi aku harus kuat agar sampai di tempat Mbah Yoso. Ketika melewati rumah penduduk, aku mendengar suara orang memutar musik dangdut malam – malam. Perjalanan menuju tempatnya Mbah Yoso cukup jauh. Akhirnya sekitar pukul sebelas aku sampai di tempatnya Mbah Yoso. Aku masuk ke rumahnya Mbah Yoso dan menaruh carierrku. Lega rasanya telah sampai di tempat Mbah Yoso. Bajuku basah karena keringat dan juga kerudungku basah. Aku mencari Putwi dan kami saling bertukar cerita tentang perjalanan yang telah kami lewati. Di tempat Mbah Yoso kami semua makan malam. Setiap peserta mengumpulkan mie instan yang telah dibawa. Aku makan bersama Putwi. Selesai makan aku mencuci nasting. Setelah itu kami berkumpul di depan rumah Mbah Yoso karena perjalanan mendaki gunung akan segera dimulai. Sebelum mendaki gunung, kami dibagi menjadi 6 kelompok. Aku dapet kelompok 2 yang anggotanya ada enam orang. Aku, Beti (TGB B), Veli (GP B), Reno (TPMP), Rizki (GP B), dan Eko (GP B). Ketua kelompok kami adalah Reno. Pendamping kami adalah Mbak Maryam. Cuma Mbak Meri tok pendampingnya, soalnya pendamping yang satunya malah udah naik duluan. Semua peserta telah mendapatkan kelompoknya dan langsung berbaris sesuai kelompoknya. Pak Kijo selaku pembimbing SHC memberikan pengarahan kepada kami semua.
23 September 2012
Pukul 13.15 kelompokku berangkat setelah kelompok 1 berangkat. Jalan yang kami lewati menanjak dan berbatu. Kami melewati beberapa rumah penduduk. Mataku bergerak ke kanan dan ke samping mencari tanda panah SHC. Akhirnya kami menemukan tanda panah “Ke Merbabu” tapi bukan tanda dari SHC. Kami mengikuti arah tanda itu. Jalan yang kami lewati semakin menanjak dan pada pukul 00.43 kami berhenti untuk istirahat. Menghirup oksigen sepuas – puasnya dan mengatur pernapasan. Perjalanan kami lanjutkan kembali. Pukul 01.00 kami istirahat sambil menunggu kelompok 1. Tempat kami beristirahat bisa dibilang kurang nyaman karena kemiringannya cukup tajam sehingga kami harus berhati – hati agar tidak terperosot. Mataku serasa udah nggak mau melek. Pengen tidur rasanya tapi Mbak Meri bilang jangan tidur ntar ndak males buat jalan. Akhirnya pada pukul 01.30 kami tiba di pos 1. Pos ini yang jaga Mas Ath. Kami berbaris dengan rapi di depan Mas Ath. Udara saat itu sangat dingin hingga kakiku gemetar kedinginan. Di pos 1 kami diberi pertanyaan “dimana arah utara?” kami berpikir sejenak. Hanya aku seorang yang menjawab arah utara berbeda dari yang lain, WOW... karena kami kurang yakin dengan jawaban kami, akhirnya pertanyaan itu dijadikan PR untuk dipikirkan dalam perjalanan ke Pos 2. Di Pos 1 kami juga menandatangi sebuah pernyataan.
Pukul 01.46 kami melanjutkan perjalanan ke Pos 2. Dalam perjalanan kami berhenti sejenak untuk memikirkan PR dari Mas Ath. Aku memandang langit memperhatikan rasi bintang. Malam itu bintangnya indah, bertaburan di langit memancarkan sinarnya yang terang. Akhirnya kami sepakat arah utara adalah arah yang aku tunjuk tadi. Kami kembali berjalan melewati jalan setapak. Di sekeliling jalan itu hanya ada rumput dan pepohonan. Pukul 02.12 kami tiba di Pos 2. Pos itu dijaga Mbak Checen, Mas Munir, dan satu orang lagi yang nggak aku tahu siapa dia. Di Pos 2 materinya kode etik pecinta alam. Kami bisa menyebutkan apa saja kode etik pecinta alam. Sebelum kami melanjutkan perjalanan ke pos 3, kami mendapat pesan dari pos 2 untuk mengucapkan Assalamualaikum buat kakak – kakak yang jaga di Pos 3. Kami pun melanjutkan perjalanan kembali.
Pukul 02.40 kami tiba di Pos bayangan. Pos bayangan dijaga oleh Mas Dayat dan Mbak Deci. Tapi Mbak Deci tidur, zzz... Di pos bayangan ada teman kami yang sakit. Mbak Meri pun beraksi menolong teman kami. Kami hanya singgah sebentar di pos bayangan. Perjalanan kami lanjutkan. Di perjalanan kami sering berhenti karena Beti nggak kuat. Dia nyampe pakai gas oksigen karena sesak.
Pukul 03.00 kami tiba di pos 3. Pos itu dijaga oleh Mbak Lusi dan Mas Ridhox. Kami menyampaikan salam dari pos 2. Di pos ini materi yang disampaikan adalah janji bakti. Sebelum kami meninggalkan pos ini kami diberi pesan “salam buat Mas Bepe dan Mbak Ria” sayangnya temanku Beti nggak bisa ikut melanjutkan perjalanan. Dia tinggal di Pos 3 karena udah nggak sanggup berjalan. Kami berangkat ke pos 4. Di jalan aku udah mulai ngerasa lemas. Nafasku sesak sehingga aku harus memakai gas oksigen. Perjalanan yang kami lalui menurutku cukup berat karena jalannya nanjak.
Pukul 03.50 kami tiba di Pos 4. Disana Mbak Ria dan Mas Bepe sudah menunggu kedatangan kami. Kami menyampaikan pesan dari pos 3. Kami ditanya apakah anggota kelompok kami masih lengkap, tentunya kami menjawab tidak lengkap. Di pos 4 ada api unggunnya dan aku memilih duduk di dekat api karena tubuhku udah kedinginan. Materi di pos ini, kami diberi pertanyaan motivasi kami mengikuti diksarlam. Habis itu Mas Bepe memberikan beberapa patah kata. Aku tertidur ketika Mas Bepe berbicara dan aku juga nggak tau apa yang dibicaraiin. Aku bangun dari tidurku yang sangat singkat, rasanya aku udah nggak kuat buat melanjutkan perjalanan ke pos 2 umum. Tapi aku berpikir, ahh... aku nggak boleh berhenti di pos ini. Aku harus tiba di pos terakhir. Tinggal satu pos lagi, pokoknya aku harus bisa. Dengan tekad yang kuat aku ikut melanjutkan perjalanan.
Baru beberapa saat berjalan aku minta berhenti karena nafasku nggak kuat. Aku mengatur nafasku. Dalam hatiku aku bilang AKU KUAT, AKU KUAT! Ini sebuah sugesti buat diriku. Katanya sugesti di gunung itu berpengaruh. Perjalanan ke pos 2 umum tak kiraiin Cuma deket. Tapi ternyata nggak seperti yang ku pikirkan. Jalannya nggak ada yang datar, naik terus. Kaki ku seperti nggak kuat menahan tubuhku, pundakku terasa nyeri karena tas carrier ku cukup berat. Aku meminta berhenti dan menghirup gas oksigen lagi. 1 tabung gas oksigen telah habis, maka ganti yang lain. Untung bawanya nggak cuma satu. Setelah menghirup gas oksigen pernapasanku kembali lancar. Di perjalanan kami mendengar adzan Subuh berkumandang. Kami berhenti sejenak sambil beristirahat. Aku mengeluarkan coklat dari kantong celanaku. Aku makan coklat itu, coklat itu beku tapi enak. Perjalanan ke pos 2 umum seperti tidak ada ujungnya. Aku udah nggak kuat tapi aku memaksakan untuk kuat.
Tekadku untuk tetap berjalan ke pos 2 umum akhirnya membuahkan hasil. Pukul 05.15 kami tiba di pos 2 umum. Di sana sudah ada kelompok 1, para penggembira, dan nggak tau yang lainnya. Aku taruh tas carrier ku di atas tanah. Aku lepasin sarung tangan yang basah. Udara pagi itu sangat dingin. Akhirnya aku tetap pakai sarung tanganku yang basah. Habis itu aku ganti kerudung soale kerudung yang tak pakai juga basah. Aku lihat di atas ada api unggun. Aku pergi ke arah api unggun itu. Di sana ada beberapa kakak kelas GP. Aku permisi buat numpang menghangatkan badan. Badanku lumayan hangat. Dari atas aku melihat beberapa kelompok yang lain udah sampai di pos 2 umum. Syukurlah J Sebelum aku kembali kepada teman – temanku, aku pergi ke suatu tempat di pinggir jurang. aku lihat pemandangan dari tempat itu. Subhanallah pemandangan yang luar biasa indah. Aku melihat gunung sumbing yang masih berselimutkan awan. Tebing yang ada di sebelah kiriku bersinar memantulkan cahaya matahari. Di sebelah kananku ada bungan edelweiss. Tapi sayang, bunga itu di tepi tebing yang letaknya cukup jauh dariku. Aku hanya bisa memandang bunga itu. Aku memandang ke bawah, serasa aku pengen terbang bebas dari tempat itu. Aku kembali ke area teman – teman. Aku sarapan pagi dengan mie yang aku minta dari kelompoknya Hestin dan Agnum.
Pukul 07.00 semua peserta melakukan senam pagi. Aku lepas jaketku, jam, tangan, dan sarung tangan. Dinginnya, tapi untungnya matahari segera muncul menghangatkan tubuhku. Setelah senam, kami duduk bersama kelompoknya membentuk lingkaran. Kami mendapatkan tugas untuk mencari bahan makanan yang dapat dimakan. Kami diberi waktu beberapa menit untuk mencari tanaman yang bisa dimakan. Aku dapet rumput sama daun tanaman. Setelah semua kelompok dapet tanaman yang bisa dimakan, kami duduk melingkar kembali. Kami mempresentasikan tanaman yang kami dapat. Aku ngakak waktu presentasi, aku bilang “hewan aja mau makan rumput masa manusia nggak?” aku memakan rumput itu. Itu pertama kalinya dalam hidupku aku makan rumput. Rasanya pahit -  pahit gimana gitu. Selesai presentasi kami disuruh makan yang namanya mie kehidupan. Jadi mie nya itu dibuat dari mie instan dicampur energen, tela, roti, dan lain – lain. Sumpah rasanya manis – manis aneh lah. Mana itu makannya disuapin sesendok penuh.
Pukul 09.30 kami berjalan ke sebuah tempat untuk pelantikan. Tempatnya ternyata tempat yang aku datengin sebelumnya. Kabut udah mulai menutupi tepi jurang itu. Sebelum pelantikan dimulai kami diberi slayer warna hitam. Slayer itu menandakan anggota muda SHC. Aku dilantik oleh Mas Black, disriam pakai air kembang lalu aku ucapkan janjiku ke SHC dalam hati dan ku cium bendera SHC. Setelah semua peserta dilantik, kami menutup mata kami dan wajah kami diberi coret – coretan warna hitam. Alhamdulillah katanya temenku coretan di wajahku tidak banyak. Coretan itu tidak boleh dihapus nyampe tiba di basecmap Mbah Yoso. Setelah acara pelantikan, kami semua packing bersiap – siap untuk turun. Sebelum turun, aku, Putwi, dan Rahman mencari buah beri berwarna ungu kehitam – hitaman. Habis itu aku istirahat sebentar sambil memandang langit. Awan terasa hanya beberapa meter tingginya. Gerakan awan juga terlihat cepat. Setelah kami semua siap untuk turun, tak lupa kami mengabadikan momen ini. Kami berfoto. Kemudian kami turun meninggalkan Pos 2 umum.
Aku meninggalkan Pos 2 pada pukul 11.00. sedih rasanya meninggalkan pos itu. Aku berjalan bareng Putwi, Beti, Rina. Tapi Putwi akhirnya duluan. Aku hanya berjalan santai saja sambil menikmati pemandangan. Perjalanan turun cukup menantang karena aku harus berhati – hati supaya tidak terpeleset. Aku meninggalkan Rina dan Beti. Aku berjalan seorang diri tanpa tau jalannya. Sewaktu turun aku pakai masker soalnya debunya banyak. Aku menikmati berjalan sendiri. Akhirnya aku mendapat teman perjalanan. Aku turun bareng Heni, Mas Aziz, dan temen yang lainnya. Sampai di pos 1 kami berhenti untuk minum air. Habis itu melanjutkan perjalanan ke basecamp Mbah Yoso. Sedih rasanya meninggalkan Merbabu. Aku pengen naik lagi!
Sekitar pukul 14.00 lebih aku tiba di basecamp. Aku beristirahat sejenak kemudian ganti baju karena bajuku udah basah keringat. Coretan muka di wajahku luntur, yaudah deh aku coret pakai angus pantat ketel. Di basecamp kami semua makan. Makanan yang tak makan itu telur sama sayur yang ada tempenya. Habis itu aku istirahat sebelum acara sarasehan. Sekitar pukul 4 kurang aku berjalan ke sebuah di TK di utara rumah Mbah Yoso untuk sarasehan. Kami membentuk lingkaran dan menyampaikan evaluasi, kritik, dan saran acara diksarlam. Acara sarasehan pun berakhir. Aku kembali ke rumah Mbah Yoso dan mulai menggendong tas carrierku lagi. Kami berkumpul di depan rumah Mbah Yoso sebelum turun. Aku dapet stiker diksarlam SHC. Habis itu aku berjalan turun bersama Putwi dan Vero. Kami melewati jalan yang sama seperti sebelumnya. Saat perjalanan turun, tiba – tiba Agnum lupa sepatunya. Yaudah deh dia balik lagi ke rumah Mbah Yoso dianter Mas Dayat. Aku melanjutkan perjalananku. Dari atas ada kakak kelas yang turun bawa motor dan nawarin tebengan tapi aku nolak. Akhirnya Vero yang nebeng kakak kelas itu. Aku berjalan berdua sama Putwi. Kami saling bergandengan tangan agar langkah kami sama. Perjalanan itu cukup jauh, tapi akhirnya aku nyampe di gerdu tempat bus menunggu kedatangan kami. Aku naik ke bus dan memilih tempat di depan. Aku duduk di atas carrier. Aku nggak sadar selama perjalanan dari Jateng ke Jogja aku tidur. Bangun – bangun udah sampai di depan Auditorium Stembayo sekitar pukul 20.00. Aku turun dan mencari carrierku. Setelah dapet, aku ke basecamp SHC ngambil tas sekolahku. Malam itu aku dijemput sama ibunya Mbak Cecen. Aku pulang ke rumah dan rasanya lega nyampe di rumah kembali. Tak lupa aku mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, soale aku udah diberi kesempatan untuk ikut diksarlam SHC 2012. Banyak banget pengalaman yang aku dapet dari kegiatan itu. Yang jelas pengalaman yang berkesan dan nggak akan aku lupakan.

Keyword:
DIKSARLAM SHC,SHC,pengalaman naik gunung,merbabu,gunung merbabu,pos 2 merbabu,pos II merbabu,POS II Merbabu via wekas,merbabu wekas,merbabu via wekas,pelantikan shc,stembayo hiking club,SHCjogjakarta pelantikan,anggota muda SHC,pecinta alam ,pelantikan shc,pelantikan anggota muda pecinta alam,pendakian masal ke merbabu,pendakian massal ke merbabu via wekas,Stembayo Hiking club,Pecinta alam smk n 2 depok,stembayo,SMK N 2 Depok Sleman  pecinta alam.

Sumber : (Marita/KA/2016) http://greeting-smiling.blogspot.com/
Read More …

Stembayo Hiking Club

SHC atau STEMBAYO HIKING CLUB .
Merupakan suatu organisasi yang dimana bibit-bibit baru pecinta alam ditampung.
Berdiri pada tanggal 14 Februari 1990 .
SHC termasuk dalam sekbid ( seksi bidang ) Pendidikan Pendahuluan Bela Negara ( PPBN ) yang berada di dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah STM Pembangunan Yogyakarta.


Meskipun masih tergolong remaja SHC sudah dikenal di kancah organisasi pecinta alam. SHC juga bergabung di FKPPA ( Forum Komunikasi Pelajar Pecinta Alam )

SHC punya banyak kegiatan yang dilakukan bersama
Beberapa kegiatan kita antara lain :
  1. Mountainering 
  2. Caving 
  3. Climbing 
  4. SRT (Single Rope Technique)
  5. Susur Pantai
  6. Pendalaman Divisi
  7. dan acara-acara lain* baik yang Legal dalam proker ataupun yang Ilegal sekedar untuk Having Fun.


Dari kegiatan-kegiatan diatas maka dibuatlah divisi,yang tugasnya untuk membantu agar kegiatan-kegiatan tersebut berjalan dengan baik.

Macam-macam divisi SHC antara lain :
  1. Divisi Hutan Gunung
  2. Divisi Caving
  3. Divisi Susur Pantai
  4. Divisi Climbing
Alamat basecamp :

SMK N 2 Depok Sleman Yogyakarta

Mrican Caturtunggal Depok Sleman Yogyakarta 55281 Indonesia

Koordinat :
7°46'15"S   110°23'34"E

Official Number : 089672332739

E-Mail : SHCjogjakarta@gmail.com
Twitter : @SHCjogjakarta
Facebook : https://www.facebook.com/groups/SHCjogja

Read More …

Desain Almamaternya, harga 90.000 rupiah. 
Untuk yang mau pesan almamater silahkan mengirim data (nama lengkap, ukuran, alamat) ke Hp:08886954409 atau e-mail:daniel_arman13@yahoo.com
Pembayaran bisa bayar langsung di om authis di basecamp SHC atau transfer lewat rekening (0152-01-025426-50-5 atas nama TEGUH DWI PRIHONO S.PD),
setelah transfer harap konfirmasi jumlah & waktu transfer. pemaketan barang luar kota mendapat biaya kirim.
Lebih jelas bisa tanya ke om authis 
 @SHCjogjakarta | #semangatpagi | 089672332739
 

Read More …


Prosedur perjalanan
Dalam kegiatan ekspedisi maupun pendakian,terdapat hal-hal yang harus diperhatikan sebelum melakukannya.Seperti mengidentifikasi rute dan lokasi penjelajahan,kebutuhan selama perjalanan,peta atau denah rute serta,lokasi perjalanan.
a. Rute dan lokasi
Tahap pertama yang sebelum melakukan penjelajahan adalah mengidentifikasi rute dan lokasi yang akan dijelajahi.Carilah rute dan lokasi penjelajahan yang akan dijelajahi,carilah rute dan lokasi yang membuat nyaman dan aman,misalnya pada kegiatan pengembaraan,biasanya pendakian tidak melalui rute yang sudah ditentukan,namun pendaki harus mencari rute baru.Oleh karena itu,sebelum pendakian ,pengembara harus membuat rute baru,mnggunakan ilmu navigasi dan peta kontur daerah pengembaraan.Hal ini berguna untuk menghindari kesalahan jalan yang dapat menyebabkan tersesat.Salah satu cara untuk menghindari dari tersesat,maka kita harus menetapkan rambu sebagai petunjuk rute.Berikut ini adalah hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan pengunaan rambu-rambu rute perjalanan .
1.Kenali dan pahami rambu-rambu yang digunakan di rute perjalanan.
2.Bubuhkan rambu-rambu lengkap dangan artinya pada peta.

b. Peta rute dan loaksi penjelajahan
Peta atau denah rute dan lokasi penjelajaan harus dibuat sesuai keadaan rute dan lokasi perkampungan yang akan dijelajahi.Pembuatan peta atau denah harus dilengkapi rambu-rambu,ditambah keterangan yang sesuai dengan kondisi rute dan perjalaan yang akan dilewati.Misalnya akan melakukan pendakian suatu gunung,kita bisa menggunakan peta kontur sebagai patokan.tetapi gunakan peta yang terbaru,jangan gunakan peta lama,misalnya buatan belanda.Walaupun lebih akurat,tetapi peta belanda sudah tidak valid digunakan karena gunung mudah berubah konturnya yang disebabkan longsoran dan sebagainya.Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai bahan pertimbangan pemilihan peta.
1. peta merpakan petujuk atau gambaran tertulis mengenai suatu yang harus dilakukan oleh peserta penjelajahan.
2. Perhatikan petunjuk arah yang ditentukan untuk memdahkan mengidentiikasi jarak dan arah perjalanan.
3. Perhatikan rambu-rambu yang digunakan di sekitar rute dan lokasi yang dimaksud untuk menghindari terjadinya kesalahan jalan yang menyebabkan tersesat.

Read More …



Teknik Packing
Teknik packing barang
gambar : ilustrasi penataan barang di dalam carrier 


Hiking merupakan salah satu kegiatan berjalan dengan tujuan penjelajahan dan menikmati rencana perjalanan pada sutau daerah .Kegiatan hiking dapat menyebabkan ancaman dan keselamatan pribadi,ancaman yang membahayakan,antara lain tersesat,cuaca buruk,perbedaan suhu,serangan hewan,gangguan tubuh,dll.

Untuk itu kita harus mempersiapkan berbagai peralatan yang menunjang hidup kita selama penjelajahan,tetapi setelah kita persiapkan berbagai macam peralatan,bagaimana kita mambawanya? bagaimana kita packingnya? apa saja hal lain yang perlu dibawa? ini jawabannya :-D
Sepuluh peralatan penting yang wajib ada antara lain :

a.Peta
b.Kompas
c.Kacamata
d.Makanan dan minuman tambahan
e.Pakaian ganti
f.Lampu senter
g.Kotak p3k
h.Pemantik api
i.Bahan bakar
Perlengkapan yang perlu dipersiapkan sebelum penjelajahan:
a.Survival
  1. Alat potong
  2. Senter dan baterai *
  3. Peluit
  4. Korek api **
  5. Pemberi rasa (garam)
  6. Alat jahit (jarum & benang)***
  7. Alat pancing ;-)
  8. Peniti
  9. Madu
  10. Cermin dan lup/kaca pembesar
  11. P3k (obat pribadi dan norit)****
  12. Kompas
  13. Tablet penjernih air
b.Peralatan bivak (tenda darurat)
  1. Patok (5 buah)
  2. Peniti (3 bendel)
  3. Jas hujan (2 buah)
  4. Tongkat (2 buah @80cm)
  5. Tali pramuka (2 ikat @10m)
  6. Palu (jika memungkinkan)
c.Peralatan masak
  1. Nasting/rantang besi/panci kecil
  2. Kompor minimalis/paravin/kompor gas + tabung gas portable
  3. Spriritus (minimal 1 liter)
  4. Minyak tanah (minimal 1 liter)
  5. Sendok
  6. Gelas
d.Perbekalan

  1. Air mineral 4,5 liter 
  2. Roti tawar 
  3. Beras
  4. Ketupat & lontong  
  5. Mie instan ***** 
  6. AbonMakanan dan minuman tambahan (selai,susu,kopi,dll)

e.Baju hangat

  1. Slayer
  2. Masker
  3. Kupluk/topi
  4. Sarung tangan
  5. Jaket (sesuai kebutuhan)
  6. SB(sleeping bag)/sarung
  7. Kaos kaki
  8. Kaos tangan
f.Baju ganti (sesuai kebutuhan)
g.Carrier/Ransel
h.Matras (dimasukkan dalam carrier,sekaligus sebagai penegak) :-P
g.Sepatu/sandal khusus outdoor (hindari penggunaan sepatu ’ket’/sepatu yang ber sol kesat.Karena bersifat kesat,maka bisa menjadi licin di medan tanah) :-|
h.Peralatan lain
  1. Kacamata
  2. Plastic ¼ kg
  3. Trash bag
  4. Lilin (minimal 3 batang)
  5. Tissue WC (1 gulung) ******
  6. Baju ganti (sesuai kebutuhan)
  7. Alat mandi
  8. Alat ibadah
Catatan:

Setiap peralatan di masukkan kedalam plastik,sesuai dengan kategorinya
Untuk memudahkan dalam packing

* senter :
1. Di usahakan lampu senter berwarna kuning,karena lampu berwarna putih cahayanya tidak bisa menebus kabut
2. Gunakan senter yang menggunakan baterai isi ulang,karena senter yang bisa di charge,beresiko konslet lebih besar,dan jika rusak,kita juga sulit memperbaikinya.
3. Gunakan senter yang terbuat plastik,karena senter yang besi,beresiko konslet jika kehujanan dan dingin jika digunakan saat ekspedisi.

** korek api:
1. Bagi pemula,bisa menggunakan korek api kayu,yang dimasukkan ke bekas roll film,atau tube bekas vitamin.Supaya korek api kayu tidak basah (mlempem :-D )
2. Tidak disarankan menggunakan korek api gas,karena jika pemantik bunga api terlepas,maka korek api tidak dapat digunakan.
3. Selain itu menggunakan bisa menggunakan korek api zippo,batu pemercik api,dll

*** Alat jahit:
1. Terdiri dari jarum dan benang,digunakan untuk menjahit tas/carrier,ransel jika rusak saat di perjalanan.
2. Selain itu jika kita,maupun rekan kita mengalami kecelakaan.Misalnya jatuh karena tersandung akar,kemudian kakinya sobek .Tetapi tidak memungkinkan jika di perban.Maka kita harus menutup luka sobek tersebut,dengan cara dijahit.Tetapi berdoa dan berhati-hati saja,agar kejadian seperti ini tidak terjadi.amin :-)

**** P3k dan norit :
1.P3k yang wajib di bawa :
- Obat Merah
- Kapas & perban
- Plester
- Minyak kayu putih + koyo
- Anti nyamuk
- Norit ( obat sakit perut,tersedia di apotek terdekat,bukan di toko besi :-P )
2. Yang lainnya menyesuaikan kebutuhan.

***** Mie instan:
1. Sangat tidak di sarankan membawa mie.Karena walaupun simple,cepat dimasak,enak.Tetapi kenikmatannya hanya sementara,jika di persenkan. Kenyang 30% : Kebelet 70%.hahaha
2. Karena mie hanya bersifat sementara,sehingga tidak dapat memberi tenaga ke tubuh secara penuh.tetapi malah membuat tubuh jadi kurang enak,setelah 1 jam.Bisa dipastikan,anda akan merasakan panggilan alam yaitu ingin BAB,mulai dari buang gas tak beraturan,sampai sakit perut.Untuk kami sendiri tidak menyarankan penggunaan mie instan di saat pendakian maupun ekspedisi,karena sudah merasakan sendiri dampaknya.Sehingga kami menjuluki sebagai akibat MIE JAHAT :-o

****** Tissue toilet
1. Digunakan untuk membersihkan,sebagai pengganti air.Karena,misalnya di gunung.Sulit mencari air bersih,jadi untuk membersihkan nasting,cebok,dll digunakan tissue :-D hahahaha :-D :-D :-D


Setelah perlengkapan di plasting setiap kategorinya,langsung dipacking di carrier.Barang di tata sesuai ilustrasi di atas supaya lebih rapi dan tidak tercecer.
Sekian dari kami,semoga info kami bermanfaat dan dapat digunakan sebagai mana mestiya.
^^ pesan dari penulis,jika anda ingin share,copy artikel,dan sebagainya . dimohon tetap mencantumkan nama STEMBAYO HIKING CLUB
Terima kasih
:-D
~admin @AgungWahyuS // O.N.Y.X creative design // OCD !!! //
follow us : @SHCjogjakarta
Read More …